Sistem Instrumentasi Dan Kontrol Keselamatan Pada Kapal Bertenaga Hidrogen: Tinjauan Literatur Sistematis, Implementasi Global, Peluang Pengembangan Di Indonesia
Keywords:
SCADA, ESD, kontrol keselamatan, sel bahan bakar PEMFC, SILAbstract
Sektor transportasi laut menyumbang sekitar 2,89% emisi gas rumah kaca global, mendorong industri pelayaran mengadopsi bahan bakar alternatif seperti hidrogen. Meskipun hidrogen menawarkan nilai kalor tertinggi (120 MJ/kg) dan nol emisi karbon di titik penggunaan, sifat fisiknya yang kritis berupa batas mudah terbakar 4–75%, energi penyalaan 0,02 mJ, dan titik didih kriogenik −252,8°C menjadikan sistem instrumentasi dan kontrol keselamatan (SICS) sebagai komponen misi-kritis kapal bertenaga hidrogen. Kajian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis (SLR) berbasis PRISMA terhadap 46 sumber yang mencakup teknologi sensor, arsitektur sistem kontrol keselamatan, dan studi kasus implementasi global. Hasil kajian menunjukkan bahwa sensor elektrokimia unggul dalam selektivitas, sensor ultrasonik/UGLD efektif untuk tangki bertekanan di area terbuka, dan sensor serat optik menawarkan ketahanan terhadap ledakan; seluruhnya harus ditempatkan dekat langit-langit mengikuti karakteristik daya apung hidrogen. Arsitektur SICS yang andal mengintegrasikan Safety PLC bersertifikasi SIL 2/3, ventilasi otomatis 90 kali pertukaran udara per jam, ESD dengan logika voting 2oo3/1oo2 sesuai IEC 61511, dan platform SCADA berbasis IoT. Indonesia, dengan iradiasi surya 4,8 kWh/m²/hari dan proyeksi biaya hidrogen hijau USD 0,65/kg, berpeluang membangun ekosistem kapal hidrogen berbasis standar internasional melalui penguatan kapasitas lokal dan harmonisasi regulasi dengan IMO.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Jeta ( Jurnal Elektro dan Teknologi Mutakhir )

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

